Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:40
NEWS
Antisipasi Virus Corona

Rektor UGM Imbau Dosen dan Mahasiswa Tunda ke Luar Negeri   

Rektor UGM Imbau Dosen dan Mahasiswa  Tunda ke Luar Negeri   

ASKARA: Semakin merebaknya wabah Virus Corona atau Covid-19 (Coronavirus Disease yang mulai terjadi pada tahun 2019) dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengimbau sivitas akademika UGM untuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri untuk keperluan yang dapat ditunda, terutama di negara negara terdampak Covid-19.

Imbauan dikeluarkan oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng, lewat Surat Edaran Nomor: 1285/UN1.P/SET-SR/TR/2020.

Para dosen dan mahasiswa UGM yang baru saja pulang dari negara-negara terdampak virus Corona juga diimbau untuk sementara waktu membatasi interaksi hingga 14 hari ke depan.

"Yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama China, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Belanda), harap membatasi interaksi (self isolated) dengan sivitas UGM lainnya maupun anggota keluarga/ rumah tangga  selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia," ujar Panut Mulyono.

Rektor mengingatkan, jika dalam masa 14 hari tersebut mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan lainnya, mohon untuk segera periksa ke poli paru RSUP dr. Sardjito dan mengirimkan hasil check-up via email ke [email protected].

Panut meminta kepada seluruh sivitas akademika UGM untuk melakukan perilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat ini di antaranya:

Lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun (atau alcohol based hand rub/hand sanitizer), mengonsumsi makanan sehat agar lebih meningkatkan daya tahan tubuh, meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan.

Panut juga meminta sivitas akademika UGM melindungi diri dan lingkungan dengan memakai masker dan mengurangi interaksi dengan sesama sivitas UGM lainnya maupun anggota keluarga/rumah tangga bagi yang mengalami gejala-gejala influenza.

Secara aktif melakukan upaya kewaspadaan influenza termasuk Sars dan Covid-19 di unit kerja masing-masing dengan melakukan penyebaran informasi (literasi kesehatan) tanpa membuat panik, menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun/hand rub berbasis alkohol di setiap ruangan/tempat-tempat strategis.

Selain itu membuat ketentuan agar cleaning service lebih sering membersihkan tempat-tempat yang sering terpegang tangan seperti meja (terutama pada ruang-ruang rapat), gagang pintu, gagang jendela, papan tombol lift, pegangan/rel tangga, dan lain-lain dengan disinfektan (larutan kaporit 0.1% sesuai standar WHO).

"Petugas kebersihan juga diimbau lebih sering membersihkan tempat yang sering dipegang oleh tangan dengan disinfektan. Contohnya mulai dari gagang pintu, gagang jendela, papan tombol lift, pegangan/rel tangga, dan lain-lain sebagainya," pesan Panut.

Editor: Husnie